Sidang Isbat Idul Adha 2026 Digelar 17 Mei, Kemenag Tunggu Hasil Rukyat Hilal

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Kementerian Agama melakukan pemantauan hilal menjelang sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 Hijriah dan Idul Adha 2026. (Posnews/Kemenag)

Petugas Kementerian Agama melakukan pemantauan hilal menjelang sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 Hijriah dan Idul Adha 2026. (Posnews/Kemenag)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kementerian Agama Republik Indonesia akan menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 Hijriah pada 17 Mei 2026.

Sidang ini sekaligus menentukan jadwal resmi Idul Adha 1447 H di Indonesia.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan sidang isbat akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta, pada Minggu, 17 Mei 2026.

“Sidang ini akan mengumumkan kapan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dilaksanakan di Indonesia,” kata Abu Rokhmad, Rabu (6/5/2026).

Kemenag Gunakan Metode Hisab dan Rukyat

Abu menjelaskan pemerintah tetap menggunakan dua metode dalam menentukan awal bulan Hijriah, yakni hisab dan rukyat.

Baca Juga :  5 Kelurahan Rawan Kebakaran di Jakarta Terungkap, Korsleting Listrik Penyebab Utama

Metode hisab memprediksi posisi hilal secara astronomi, sedangkan rukyat memastikan keberadaan hilal melalui pengamatan langsung di berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kombinasi dua metode itu membuat keputusan pemerintah lebih akurat dan transparan.

Sebelum sidang isbat dimulai, Tim Hisab Rukyat Kemenag akan memaparkan data astronomi terkait posisi hilal.

Kemenag juga membuka seminar tersebut untuk publik sebagai bentuk transparansi informasi.

Setelah itu, panitia akan menerima laporan hasil rukyatul hilal dari sejumlah wilayah di Indonesia, mulai dari kawasan barat hingga timur.

Hilal Diprediksi Penuhi Kriteria MABIMS

Berdasarkan data awal Kemenag, posisi hilal pada 29 Zulkaidah 1447 H diperkirakan sudah memenuhi standar visibilitas hilal MABIMS.

Baca Juga :  TB Hasanuddin Desak Pelaku Penganiayaan Prada Lucky Dihukum Maksimal di Pengadilan Militer

Perhitungan sementara menunjukkan tinggi hilal berada di atas 3 derajat dengan elongasi lebih dari 6,4 derajat.

Secara teori, kondisi tersebut memenuhi syarat imkan rukyat untuk penetapan awal Zulhijah.

Meski demikian, Abu menegaskan data itu masih bersifat prediksi.

“Pemerintah tetap menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat sebelum menetapkan awal Zulhijah secara resmi,” tegasnya.

Jika hasil sidang menetapkan 1 Zulhijah jatuh pada 18 Mei 2026, maka Idul Adha berpotensi berlangsung pada 27 Mei 2026. Namun, masyarakat diminta menunggu keputusan resmi pemerintah. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Bekasi Fokus Benahi Jalan Rusak di Babelan dan Tarumajaya Mulai Awal Juni 2026
Presiden Lai Ching-te Pulang ke Taiwan Usai Kunjungan Defian ke Eswatini
Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Polisi Nilai Jakarta Belum Aman
Ethiopia dan Sudan Saling Tuding Langgar Wilayah
Demi Gift TikTok, Pasangan di Sidrap Nekat Bikin Konten Erotis
Wabah Hantavirus Lumpuhkan Kapal Pesiar MV Hondius
Tragis! Pria yang Lerai Tawuran di Cipinang Tewas Tertemper Kereta
Prancis Galang Aliansi G7 untuk Amankan Pasokan Mineral Kritis

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:11 WIB

Pemkab Bekasi Fokus Benahi Jalan Rusak di Babelan dan Tarumajaya Mulai Awal Juni 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:02 WIB

Presiden Lai Ching-te Pulang ke Taiwan Usai Kunjungan Defian ke Eswatini

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:08 WIB

Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Polisi Nilai Jakarta Belum Aman

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:53 WIB

Ethiopia dan Sudan Saling Tuding Langgar Wilayah

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:08 WIB

Sidang Isbat Idul Adha 2026 Digelar 17 Mei, Kemenag Tunggu Hasil Rukyat Hilal

Berita Terbaru

Ilustrasi, Ketegangan di perbatasan. Ethiopia dan Sudan saling melemparkan tuduhan serius mengenai dukungan terhadap pasukan pemberontak dan serangan drone lintas batas, memicu kekhawatiran akan pecahnya konfrontasi terbuka di wilayah tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ethiopia dan Sudan Saling Tuding Langgar Wilayah

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:53 WIB