WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Integritas Sekretaris Perdagangan AS Howard Lutnick kini berada di bawah sorotan tajam parlemen. Dalam kesaksian pribadi di hadapan komite Kongres pada hari Rabu, Lutnick memberikan jawaban yang memicu perdebatan mengenai hubungannya di masa lalu dengan mendiang miliarder Jeffrey Epstein.
Lutnick, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO Cantor Fitzgerald, mengaku tidak dapat mengingat alasan spesifik mengapa ia dan keluarganya menghadiri makan siang di pulau pribadi Epstein pada tahun 2012. Oleh karena itu, ketidakmampuan mengingat ini mengundang skeptisisme dari sejumlah anggota parlemen yang hadir dalam sidang tertrif tersebut.
Kontradiksi Pernyataan dan Bukti Baru
Kunjungan tahun 2012 tersebut secara langsung membantah pernyataan publik Lutnick sebelumnya. Dalam sebuah siniar tahun lalu, Lutnick bersumpah untuk “tidak akan pernah berada di ruangan yang sama” dengan Epstein setelah sebuah insiden di rumah bandar tersebut pada tahun 2005.
Namun demikian, dokumen yang Departemen Kehakiman rilis pada Januari lalu mengungkap fakta yang berbeda. Rangkaian surel menunjukkan bahwa Lutnick tetap berinteraksi dengan Epstein bertahun-tahun setelah klaim pemutusan hubungan tersebut. Bahkan, Lutnick terbukti mengundang Epstein ke acara penggalangan dana untuk kandidat presiden Hillary Clinton di firma finansialnya pada November 2015.
Perpecahan di Komite Pengawasan DPR
Reaksi anggota komite terbelah berdasarkan garis partai. Anggota DPR dari Partai Demokrat, Suhas Subramanyam, menyatakan rasa tidak puasnya terhadap jawaban Sekretaris Perdagangan tersebut.
“Kami bertanya berulang kali, ‘Mengapa Anda pergi ke pulau itu?’ Dia menjawab tidak ingat dan menyebutnya sebagai hal yang tidak dapat dijelaskan,” ujar Subramanyam kepada media. Sebaliknya, Ketua Komite dari Partai Republik, James Comer, justru membela transparansi Lutnick. Comer berargumen bahwa Lutnick telah mengoreksi pernyataan awalnya mengenai kunjungan singkat tersebut di awal kesaksiannya.
Risiko Hukum dan Akuntabilitas
Meskipun Comer mendukung Lutnick, ia tetap memberikan peringatan keras mengenai konsekuensi hukum bagi pejabat publik. Ia menegaskan bahwa memberikan keterangan palsu di hadapan Kongres merupakan tindak pidana berat (felony).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jika kami menemukan adanya pernyataan yang menyesatkan dari Lutnick, dia akan bertanggung jawab sepenuhnya di depan hukum,” tegas Comer. Lutnick sendiri berdalih bahwa ia hanya bertemu Epstein sebanyak tiga kali dalam kurun waktu 14 tahun dan hampir tidak memiliki urusan pribadi dengan sosok yang terjerat kasus perdagangan seks anak tersebut.
Bayang-Bayang Skandal Epstein di Tahun 2026
Jeffrey Epstein, yang meninggal di sel penjara pada 2019, terus meninggalkan jejak skandal yang melibatkan tokoh-tokoh elit di Washington. Singkatnya, kasus Lutnick ini membuktikan bahwa hubungan masa lalu dengan figur kontroversial tetap menjadi beban politik yang berat bagi pejabat pemerintahan aktif di tahun 2026.
Dengan demikian, masyarakat kini menanti apakah Kongres akan menindaklanjuti temuan surel tersebut dengan penyelidikan lebih dalam. Stabilitas posisi Lutnick di kabinet sangat bergantung pada konsistensi bukti-bukti yang muncul di masa mendatang terkait kedekatannya dengan jaringan Epstein.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












