JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyelenggarakan rapat koordinasi khusus pada hari Senin. Sebab, mereka ingin menyelaraskan kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam nasional secara langsung. Rapat penting ini mempertemukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memimpin langsung jalannya rapat koordinasi strategis tersebut. Selain itu, beberapa menteri kabinet turut hadir dalam pertemuan penting di kompleks parlemen ini. Mereka meliputi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Chief Operating Officer (COO) Danantara Donny Oskaria. Hadir pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi serta Menteri Hukum Supratman Andi Agtas.
Langkah Koordinasi Percepatan Ekonomi
Dasco menjelaskan bahwa seluruh pihak telah melakukan diskusi panjang sejak Senin pagi hari. Oleh karena itu, koordinasi erat ini bertujuan untuk merumuskan strategi percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. DPR dan pemerintah juga mendiskusikan penyederhanaan aturan perizinan investasi secara intensif. Langkah ini sangat penting untuk menarik minat para investor luar negeri secara signifikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, pemerintah wajib memberikan penjelasan transparan mengenai sistem ekspor baru ini kepada publik. Hal ini mencakup tata kelola ekspor yang akan berjalan melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Masyarakat dan pelaku pasar perlu mengetahui mekanisme ekspor satu pintu ini secara jelas dan menyeluruh. Dengan demikian, kepastian hukum investasi di sektor ESDM tetap terjaga dengan baik.
Aturan Ketat untuk Cegah Kebocoran
Pemerintah telah memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2026 sejak tanggal 1 Juni kemarin. Sebab, regulasi ini mengatur tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam secara ketat. Prasetyo Hadi berharap aturan baru ini mampu mengoptimalkan pengawasan negara terhadap seluruh aktivitas perdagangan luar negeri. Akibatnya, negara dapat meminimalkan potensi kebocoran pendapatan dari sektor komoditas strategis.
Sinergi dan Iklim Usaha Kompetitif
Kebijakan ekspor satu pintu ini membutuhkan kerja sama yang erat dari seluruh pemangku kepentingan. Oleh sebab itu, Prasetyo mengajak masyarakat dan seluruh pelaku pasar untuk menciptakan iklim usaha yang kompetitif. Sistem perdagangan yang terbuka akan memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan ekonomi bangsa. Pada akhirnya, sinergi ini akan menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional berjalan sesuai dengan rencana pemerintah.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












