Donald Trump Mengaku Sangat Menyukai Inflasi AS

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Terobosan besar di jalur diplomasi Teluk. Presiden Donald Trump mengeklaim Amerika Serikat dan Iran bersiap menandatangani kesepakatan damai akhir pekan ini untuk membuka kembali Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

Terobosan besar di jalur diplomasi Teluk. Presiden Donald Trump mengeklaim Amerika Serikat dan Iran bersiap menandatangani kesepakatan damai akhir pekan ini untuk membuka kembali Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengejutkan publik dengan memberikan tanggapan optimistis atas laporan inflasi terbaru. Sebab, ia tanpa ragu menyatakan kecintaan yang mendalam terhadap fenomena kenaikan harga barang tersebut.

Lembaga statistik pemerintah baru saja merilis data Indeks Harga Konsumen untuk bulan Mei. Akibatnya, data tersebut menunjukkan bahwa inflasi nasional melonjak hingga menyentuh angka 4,2 persen. Namun, Trump justru memberikan pujian yang mengejutkan terhadap angka inflasi yang sangat tinggi tersebut.

Reaksi Keras Kubu Demokrat

Pernyataan kontroversial Trump tersebut langsung memicu kemarahan besar dari para politisi Partai Demokrat di Kongres. Oleh karena itu, mereka segera menyebarkan rekaman video ucapan presiden tersebut ke berbagai media sosial.

Pemimpin Demokrat di Senat, Chuck Schumer, menilai ucapan Trump membuktikan ketidakpedulian nyata terhadap kesulitan rakyat kecil. Sementara itu, Pemimpin Demokrat di DPR, Hakeem Jeffries, melontarkan sindiran yang tidak kalah tajam kepada Trump. Menurutnya, Trump mencintai inflasi sama besarnya dengan kecintaan sang presiden terhadap diri sendiri.

Misi Rahasia di Selat Hormuz

Trump berdalih bahwa perang melawan Iran merupakan pemicu utama dari lonjakan harga energi saat ini. Meskipun begitu, ia mengklaim bahwa pemerintah telah menjalankan misi militer rahasia untuk mengatasi krisis tersebut.

Trump menjelaskan bahwa pasukan militer Amerika Serikat sukses mengawal pengiriman 100 juta barel minyak mentah. Dengan demikian, armada kapal dagang dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman dari ancaman militer Iran. Akibatnya, pasokan tambahan ini berhasil menurunkan harga minyak dunia hingga berada di bawah 90 dolar AS per barel.

Baca Juga :  Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis

Penurunan Daya Beli Warga

Pihak oposisi tetap meragukan keabsahan data klaim pengiriman minyak mentah secara rahasia dari Trump tersebut. Sebab, para pelaku pasar finansial justru menunjukkan sikap yang sangat hati-hati terhadap pernyataan sepihak pemerintah.

Juru bicara Gedung Putih, Kush Desai, menegaskan bahwa pemerintah terus mengupayakan penurunan biaya hidup warga. Namun, pengamat ekonomi menilai daya beli masyarakat Amerika Serikat tetap mengalami penurunan yang sangat parah. Pada akhirnya, ketidakpastian ekonomi ini terus membayangi posisi politik Partai Republik menjelang pemilihan umum paruh waktu.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Bill Pulte Membawa Program Intelijen
Sidang Penikaman Belfast: Hadi Alodid Menghadapi Dakwaan
Demo ‘Menuju Indonesia Bangkrut’ Digelar di Bundaran HI, 4.151 Aparat Disiagakan
Hanya 11 Persen Warga Eropa Anggap AS Sebagai Sekutu
BGN Pastikan Anak Keluarga Mampu Dicoret dari Program Makan Bergizi Gratis
Amerika Serikat Gempur Iran dan Donald Trump Ancam Bom
Cuaca Jabodetabek 12 Juni 2026: Jakarta – Bekasi Cerah, Mendukung Aktivitas Warga
Bos Jaringan Narkoba Australia Ditangkap di Bali, Angelo Pandeli Masuk Interpol Blue Notice

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:41 WIB

Donald Trump Mengaku Sangat Menyukai Inflasi AS

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:38 WIB

Sengketa Bill Pulte Membawa Program Intelijen

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:35 WIB

Sidang Penikaman Belfast: Hadi Alodid Menghadapi Dakwaan

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:33 WIB

Hanya 11 Persen Warga Eropa Anggap AS Sebagai Sekutu

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:12 WIB

BGN Pastikan Anak Keluarga Mampu Dicoret dari Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru

Terobosan besar di jalur diplomasi Teluk. Presiden Donald Trump mengeklaim Amerika Serikat dan Iran bersiap menandatangani kesepakatan damai akhir pekan ini untuk membuka kembali Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Mengaku Sangat Menyukai Inflasi AS

Jumat, 12 Jun 2026 - 10:41 WIB

Kebuntuan intelijen di Capitol Hill. Perpanjangan wewenang pengawasan asing Seksi 702 FISA terancam gagal akibat penolakan keras bipartisan atas penunjukan kontroversial Bill Pulte. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Sengketa Bill Pulte Membawa Program Intelijen

Jumat, 12 Jun 2026 - 09:38 WIB

Ketegangan imigrasi di Irlandia Utara. Polisi menahan seorang imigran asal Sudan atas kasus penikaman keji di tengah amuk massa anti-imigran di jalanan Belfast. Dok: (PA via AP)

INTERNASIONAL

Sidang Penikaman Belfast: Hadi Alodid Menghadapi Dakwaan

Jumat, 12 Jun 2026 - 08:35 WIB