WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump merayakan hari ulang tahunnya yang ke-80 secara sangat sibuk hari Minggu kemarin. Langkah taktis ini mempertemukan visi perdamaian melalui sambungan telepon bersama para pemimpin Rusia dan Ukraina.
Komitmen Damai Rusia di Meja Perundingan
Asisten Presiden Rusia, Yuri Ushakov, mengonfirmasi percakapan telepon antara Trump dan Putin berjalan selama hampir satu jam. Dalam hal ini, Trump menekankan urgensi pengakhiran konflik bersenjata di Ukraina secepatnya.
Selain itu, Trump juga menyatakan kesiapan untuk membujuk para sekutu Eropa dan Kyiv demi mewujudkan perdamaian. Sebab, ia meyakini pengakhiran perang secara cepat akan membuka babak baru hubungan bilateral AS-Rusia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, Putin menegaskan serangan Ukraina ke fasilitas sipil Rusia tidak akan mengubah hasil pertempuran di lapangan hulu. Oleh sebab itu, ia menantang Zelenskyy untuk menemui dirinya secara langsung di Moskow jika ingin berunding.
Sinyal Positif dari Kyiv
Di sisi lain, Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan obrolan telepon yang sangat positif dengan Trump melalui Telegram. Sebab, ia ingin memastikan dukungan berkelanjutan dari Amerika Serikat tetap kokoh menjelang pertemuan puncak pekan ini.
Zelenskyy mengucapkan selamat ulang tahun sekaligus menyampaikan terima kasih atas komitmen bantuan militer dari Washington. Dengan demikian, kedua pemimpin sepakat melanjutkan diskusi rencana perdamaian pada KTT G7 di Prancis nanti.
Meskipun begitu, pertempuran fisik di lapangan tetap memanas di tengah bergulirnya upaya diplomasi telepon tersebut. Sebagai contoh, drone militer Ukraina sukses menghantam fasilitas penyimpanan bahan bakar di wilayah Yaroslavl, Rusia.
Pencegatan Tanker Rusia di Selat Inggris
Zelenskyy mengeklaim serangan udara tersebut berhasil melumpuhkan pasokan energi cadangan yang sangat penting bagi militer Rusia. Akibatnya, kebakaran hebat melanda kawasan hulu industri minyak Rusia sepanjang hari kemarin.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan keberhasilan operasi penahanan kapal tanker Smyrtos di Selat Inggris. Langkah taktis ini melibatkan kerja sama erat antara pasukan keamanan maritim Inggris dan Prancis di perbatasan.
Inggris menahan kapal tersebut karena menduga kuat Smyrtos mengangkut minyak selundupan untuk mendanai militer Rusia. Pada akhirnya, koalisi berharap rentetan sanksi ekonomi dan serangan fisik ini mampu melemahkan posisi tawar Kremlin secara bertahap.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












