SUMEDANG, POSNEWS.CO.ID – Fakta mengejutkan terungkap dalam kasus penyiraman air keras terhadap dua bocah kakak beradik di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Polisi mengungkap pelaku berinisial WS (32) ternyata merupakan pacar gelap ibu korban yang nekat melampiaskan kemarahannya kepada anak-anak karena persoalan utang sebesar Rp850 ribu.
Akibat aksi brutal tersebut, dua kakak beradik berinisial RFP (9) dan QSH (6) menjadi korban dan mengalami luka akibat siraman cairan berbahaya yang diduga air keras.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika mengatakan pelaku menyimpan kekesalan karena keluarga korban tak kunjung melunasi utang kepada keluarganya.
Meski sudah beberapa kali menagih, pelaku mengaku tidak mendapat kepastian pembayaran.
“Orang tua korban memiliki utang piutang dengan keluarga tersangka. Karena tidak kunjung membayar setelah ditagih, tersangka merasa kesal lalu melampiaskan kemarahannya kepada anak-anak pelapor,” kata Sandityo, Sabtu (20/6/2026).
Hubungan Terlarang Terbongkar
Di balik kasus tersebut, polisi juga mengungkap fakta lain yang mengejutkan. Ibu korban berinisial KY diketahui menjalin hubungan asmara dengan pelaku selama kurang lebih empat bulan.
Menurut Sandityo, hubungan keduanya bukan sekadar pertemanan biasa, melainkan hubungan spesial yang berlangsung saat suami KY bekerja di luar daerah.
“Hubungan pelaku dengan orang tua korban adalah hubungan spesial, lebih dari sekadar pertemanan. Hubungan itu sudah berlangsung sekitar empat bulan,” ujarnya.
Polisi mengungkap suami korban saat ini bekerja di Bengkulu dan jarang pulang ke Sumedang. Karena itu, ayah korban diduga baru mengetahui hubungan tersebut setelah penyidik melakukan pemeriksaan.
Pelaku dan Ibu Korban Sama-Sama Sudah Berkeluarga
Ironisnya, hubungan terlarang tersebut terjadi ketika kedua pihak masih berstatus menikah. Selain ibu korban yang masih memiliki suami, pelaku WS juga diketahui telah beristri.
Fakta itu menambah sorotan publik terhadap kasus yang memicu kemarahan masyarakat karena melibatkan anak-anak sebagai korban.
Saat ini, penyidik masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk motif dan kronologi lengkap penyiraman yang menyebabkan dua bocah tersebut mengalami luka.
Polisi juga memastikan proses hukum terhadap pelaku terus berjalan.
Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat karena tidak hanya melibatkan tindak kekerasan terhadap anak, tetapi juga mengungkap hubungan gelap yang berujung pada aksi kriminal. **
Editor : Hadwan











