WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Kawasan Timur Tengah kembali membara setelah runtuhnya kesepakatan damai sementara pekan ini.
Trump Tegaskan Gencatan Senjata Resmi Berakhir
Presiden Donald Trump melayangkan pernyataan mengejutkan melalui platform Truth Social.
Ia menegaskan kesepakatan gencatan senjata bulan lalu kini resmi berakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Trump mengambil keputusan ekstrem ini setelah serangan militer pekan lalu.
Meskipun demikian, Trump mengizinkan kelanjutan jalur komunikasi dengan pihak Teheran.
Pemerintah Iran meminta Amerika Serikat tetap melanjutkan proses negosiasi damai.
Namun, negosiasi ini berjalan di bawah bayang-bayang ancaman perang.
Negosiator ulung Iran Mohammad Baqer Qalibaf memberikan tanggapan keras.
Qalibaf menegaskan negaranya siap melakukan pertahanan penuh secara total.
Teheran menolak menyerah begitu saja terhadap tekanan militer Washington.
Diplomasi Selat Hormuz di Qatar dan Oman
Utusan khusus Qatar menemui pejabat tinggi Iran hari Jumat ini.
Mereka membahas sengketa navigasi kapal di wilayah Selat Hormuz.
Selanjutnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi bertolak menuju Oman.
Araqchi akan membahas jaminan keamanan kapal dagang akhir pekan ini.
Arus lalu lintas kapal tanker minyak melambat secara signifikan.
Sebelumnya, militer Iran mengendalikan penuh jalur perairan internasional tersebut.
Pihak Amerika Serikat menuntut jaminan keamanan bagi kapal internasional.
PBB mengecam keras tindakan sepihak Iran yang membatasi pelayaran.
Sanksi Finansial Baru Terhadap Pendukung Militer
Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi baru hari ini.
Pemerintah menyasar pengusaha serta bankir asal Iran, Ali Ansari.
Ansari mengendalikan jaringan keuangan raksasa dari wilayah Dubai.
Sebelumnya, Inggris juga membekukan seluruh aset milik Ali Ansari.
Pemerintah menuduh Ansari mendanai operasi militer Garda Revolusi Iran.
Langkah sanksi ini bertujuan menekan kemampuan finansial militer Teheran.
Masa Berkabung Nasional dan Misteri Mojtaba
Masyarakat Iran mengantarkan jasad Pemimpin Agung Ali Khamenei ke Mashhad.
Ribuan pelayat menghadiri prosesi pemakaman massal sepanjang pekan lalu.
Selanjutnya, Mojtaba Khamenei menggelar upacara belasungkawa di kota Qom.
Namun, Mojtaba masih enggan muncul secara langsung ke publik.
Cedera parah akibat serangan udara memicu rumor suksesi kepemimpinan.
Publik meragukan kesiapan Mojtaba dalam memimpin Iran masa depan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













