Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepolisian Twin Falls mengonfirmasi insiden penembakan di restoran In-N-Out Burger, Idaho. Akibatnya, tiga orang tewas dan tujuh warga mengalami luka-luka. Dok: Istimewa.

Kepolisian Twin Falls mengonfirmasi insiden penembakan di restoran In-N-Out Burger, Idaho. Akibatnya, tiga orang tewas dan tujuh warga mengalami luka-luka. Dok: Istimewa.

TWIN FALLS, POSNEWS.CO.ID – Kepolisian Kota Twin Falls mengonfirmasi kematian pelaku penembakan In-N-Out Burger. Pelaku tewas usai menembak dirinya sendiri pada Sabtu lalu.

Aksi Heroik Menghentikan Pelaku

Kepala Kepolisian Twin Falls Matthew Hicks memberikan keterangan resmi dalam konferensi pers. Ia menegaskan bahwa tersangka Chad Williams bertindak seorang diri. Selanjutnya, Hicks menjelaskan rincian kondisi para korban insiden tersebut. Insiden ini merenggut tiga korban jiwa di lokasi kejadian. Sementara itu, tujuh korban lainnya mengalami luka-luka. Dua korban luka sudah kembali ke rumah usai menerima perawatan. Di samping itu, tiga korban berada dalam kondisi stabil. Namun, dua korban sisanya masih membutuhkan perawatan kritis.

Baca Juga :  Sayap Tradisi di Langit Delhi: Menjaga Kabootarbaazi

Hicks memberikan apresiasi tinggi kepada seorang polisi lepas dinas. Selain itu, ia memuji keberanian seorang warga sipil bersenjata. Kedua sosok tersebut langsung membalas tembakan pelaku. Akibatnya, perlawanan mereka memaksa Williams melarikan diri. Hicks menyampaikan bahwa aksi cepat ini berhasil menghalau tersangka. Oleh sebab itu, tindakan berani mereka mencegah timbulnya korban tambahan. Saat ini, kepolisian terus berkoordinasi dengan keluarga tersangka. Sementara itu, pihak keluarga memberikan kerja sama penuh dalam penyelidikan motif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keprihatinan Manajemen dan Penyelidikan FBI

Pemilik jaringan In-N-Out Burger, Lynsi Snyder, menyampaikan rasa duka yang mendalam. Salah satu karyawan terbaik mereka gugur dalam insiden tersebut. Oleh karena itu, Snyder menegaskan komitmen perusahaan melalui media sosial. Seluruh keluarga besar perusahaan akan mendampingi keluarga korban. Sementara itu, restoran di Twin Falls ini baru beroperasi selama satu minggu. Tempat tersebut resmi menyambut pelanggan sejak 24 Juli lalu.

Baca Juga :  Jepang di Persimpangan: Takaichi Dorong Ekspor Senjata

Di sisi lain, Biro Investigasi Federal (FBI) mengimbau masyarakat untuk memberikan bantuan. Masyarakat dapat mengirimkan bukti foto maupun video demi kelancaran penyidikan. Kemudian, polisi menemukan jasad Williams di area sekitar restoran. Sementara itu, para saksi mata mengabarkan suasana yang sangat mencekam. Ratusan pengunjung pusat perbelanjaan berlarian menyelamatkan diri. Mereka mendengar dentuman senjata api sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama
AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa
Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang
Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan
Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak
AS Persiapkan Pasukan Tempur Luar Angkasa
DPR AS Sahkan RUU Sanksi dan Tarif Rusia
Bank of Japan Bersiap Naikkan Suku Bunga Utama

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:59 WIB

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama

Jumat, 18 September 2026 - 13:30 WIB

AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa

Jumat, 18 September 2026 - 12:23 WIB

Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang

Jumat, 18 September 2026 - 11:16 WIB

Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan

Jumat, 18 September 2026 - 10:12 WIB

Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB