Trik Psikologi untuk Mengalahkan Monday Blues

Senin, 27 Oktober 2025 - 05:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Investasi waktu di bulan suci. Ubah tradisi menunggu waktu berbuka puasa menjadi ajang pengembangan diri melalui aktivitas terencana yang menyegarkan pikiran dan raga. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Investasi waktu di bulan suci. Ubah tradisi menunggu waktu berbuka puasa menjadi ajang pengembangan diri melalui aktivitas terencana yang menyegarkan pikiran dan raga. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Minggu malam, perasaan tidak nyaman itu mulai muncul. Hati terasa sedikit berat, dan motivasi untuk hari esok tiba-tiba anjlok. Ini dikenal luas sebagai Monday Blues. Ini bukan sekadar kemalasan, melainkan fenomena psikologis nyata yang berakar pada transisi mendadak dari waktu luang di akhir pekan kembali ke waktu kerja yang terstruktur.

Perasaan cemas atau sedih ini wajar, tetapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Kabar baiknya, dengan beberapa penyesuaian mental sederhana, Anda bisa mengakali otak Anda untuk mengubah Senin dari hari yang menakutkan menjadi hari yang produktif.

Trik 1: Jadwalkan Antisipasi Positif

Otak kita merespons sangat kuat terhadap antisipasi atau penantian akan sesuatu yang positif. Jika hari Senin Anda hanya terlihat berisi tumpukan pekerjaan, wajar jika Anda merasa cemas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Solusinya adalah menyisipkan pulau kesenangan. Jadwalkan sesuatu yang benar-benar Anda nantikan di hari Senin. Contohnya, berjanji makan siang di tempat favorit Anda, menjadwalkan sesi kopi khusus dengan rekan kerja yang Anda sukai, atau menyimpan episode podcast terbaru khusus untuk didengarkan dalam perjalanan ke kantor. Ini memberi otak Anda alasan untuk menantikan hari Senin, bukan hanya mengkhawatirkannya.

Baca Juga :  Tawuran Sadis Johar Baru: Korban Air Keras Terluka Parah, Pelaku Justru Tak Ditahan

Trik 2: Siapkan “Baju Perang” Anda

Ada konsep psikologi menarik yang disebut enclothed cognition. Sederhananya, apa yang kita pakai secara aktif memengaruhi perasaan, kepercayaan diri, dan tindakan kita.

Jika Anda memulai hari Senin dengan pakaian yang paling kusam atau paling asal-asalan, Anda secara tidak sadar mengirim sinyal malas dan tidak siap ke otak Anda. Sebaliknya, siapkan “baju perang” Anda. Pakailah pakaian terbaik atau favorit Anda. Saat Anda terlihat profesional dan rapi, Anda akan merasa lebih percaya diri, kompeten, dan siap menghadapi tantangan apa pun.

Trik 3: Selesaikan “Beban” di Hari Jumat

Salah satu sumber kecemasan terbesar di hari Senin adalah membuka “kekacauan” dari minggu lalu. Triknya adalah memberikan penutupan psikologis pada hari Jumat.

Luangkan 30 menit terakhir di Jumat sore untuk merapikan meja Anda, baik fisik maupun digital. Arsipkan email, tutup tab yang tidak perlu, dan yang terpenting, tulis rencana singkat untuk hari Senin. Saat Anda tiba di hari Senin, Anda tidak perlu berpikir Mulai dari mana?. Anda hanya perlu mengeksekusi rencana yang sudah jadi.

Baca Juga :  Peta Jalan Masa Remaja: Anak Tiba-Tiba Berubah

Trik 4: Mulai dengan Kemenangan Kecil

Momentum adalah segalanya. Seringkali kita menatap tugas terbesar di hari Senin dan malah membeku karena overwhelm.

Untuk mengakalinya, mulailah dengan kemenangan kecil. Awali hari Anda dengan menyelesaikan tugas yang mudah dan cepat. Bisa sesederhana membalas satu email penting, menyiram tanaman di meja Anda, atau merapikan desktop komputer. Menyelesaikan tugas kecil ini akan memicu dopamine dan membangun momentum positif untuk tugas-t-tugas yang lebih besar.

Kesimpulan

Monday Blues pada dasarnya adalah masalah mindset dan persiapan. Kita tidak bisa menghilangkan hari Senin, tetapi kita bisa mengubah cara kita memandangnya. Dengan menciptakan antisipasi positif, tampil percaya diri, memberi penutupan pada minggu lalu, dan memulai dengan langkah kecil, Anda bisa merebut kembali kendali atas hari Senin Anda.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Purbaya Dicopot? Perombakan Kemenkeu hingga Tekanan Fiskal Disorot
Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:48 WIB

Mengapa Purbaya Dicopot? Perombakan Kemenkeu hingga Tekanan Fiskal Disorot

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:55 WIB

Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Berita Terbaru

iPhone 18 Pro, 18 Pro Max, dan Duo resmi mengantongi sertifikasi TKDN Kemenperin 40%. Simak rincian nomor model dan prospek tanggal rilisnya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

iPhone 18 Pro, 18 Pro Max Resmi Kantongi Sertifikasi TKDN

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:44 WIB

Direktur FBI Kash Patel membela kebijakan rekrutmen korban prostitusi di sidang Senat AS. Simak rincian perdebatan dan pengawasan pemilu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Direktur FBI Kash Patel Bela Kebijakan Rekrutmen Korban

Kamis, 17 Sep 2026 - 10:21 WIB

Dewan Kennedy Center menyetujui penutupan gedung untuk perbaikan usai hakim memblokir penambahan nama Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Dewan Kennedy Center Setujui Penutupan Gedung

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:17 WIB