AUSTIN, POSNEWS.CO.ID – Hakim Agung Susan Hightower memutuskan agar Elon Musk bersaksi secara langsung menggunakan sumpah.
Keputusan ini keluar setelah warga Arizona melayangkan gugatan hukum melawan bos Tesla itu pekan ini.
Penggugat menuduh Musk menggunakan iming-iming hadiah uang untuk merebut data pribadi pemilih pada negara bagian penentu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Manipulasi Bagi-Bagi Uang Satu Juta Dolar
Joy Harvick dan Jacqueline McAferty memimpin gugatan kelompok ini sebagai perwakilan para korban.
Mereka menjelaskan bahwa Musk menjanjikan hadiah satu juta dolar secara acak lewat petisi dukungan konstitusi.
Namun, tim kampanye Musk memilih pemenang berdasarkan kriteria khusus dan kelayakan sebagai juru bicara.
Para pemilih tidak memiliki peluang menang yang nyata seperti janji kampanye luar ruang itu.
Pengakuan Mengejutkan Direktur America PAC
Hakim Hightower melihat potensi penipuan nyata dalam kampanye buatan komite politik America PAC.
Ia merujuk pada pengakuan Direktur America PAC Christopher Young saat pemeriksaan hukum Februari lalu.
Young mengaku kaget dengan pilihan kata Elon Musk mengenai pembagian uang secara acak.
“Kami tidak merancang program ini untuk berjalan seperti sebuah lotre acak,” ungkap Young.
Peninjauan Hukum oleh Hakim Robert Pitman
Hakim Distrik Robert Pitman akan meninjau rekomendasi dari Hakim Hightower sebelum mengambil keputusan final.
Tim pengacara Elon Musk belum memberikan tanggapan resmi mengenai perintah bersaksi ini.
Musk mendirikan America PAC untuk menyokong kampanye sukses Donald Trump menuju kursi kepresidenan.
Kini, pengadilan federal fokus mengungkap kebenaran mengenai taktik penggalangan dukungan politik kontroversial ini.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












