Masoud Pezeshkian Sebut Warga Iran Korban Terorisme AS

Jumat, 25 September 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebut negaranya korban terorisme AS dalam pidato PBB. Simak rincian respon atas ancaman Donald Trump. Dok: Istimewa.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebut negaranya korban terorisme AS dalam pidato PBB. Simak rincian respon atas ancaman Donald Trump. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, NEW YORK – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato keras pada Sidang Majelis Umum PBB.

Pembelaan Iran dan Foto Korban Perang

Pezeshkian menyebut rakyat Iran menjadi korban aksi terorisme Amerika Serikat dan Israel.

Ia mengangkat foto mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei serta ratusan anak sekolah yang gugur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pezeshkian menegaskan pasukan Iran hanya membela diri dari serangan militer lawan.

Ia menyatakan warga Iran tidak akan tunduk pada tekanan atau gempuran pihak asing.

Baca Juga :  Demokrat Berjuang Pulihkan Dapil Virginia di Mahkamah Agung

Pezeshkian mengajak Presiden Donald Trump membuka ruang diplomasi tanpa mengandalkan bahasa kekerasan.

Reaksi Keras AS dan Pembicaraan Tak Langsung

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengecam keras isi pidato Presiden Iran tersebut.

Rubio menilai Iran tidak memiliki hak bicara mengenai hak asasi manusia internasional.

Sementara itu utusan khusus Trump menggelar pertemuan tidak langsung dengan pejabat Iran di New York.

Mediator Qatar memfasilitasi pembicaraan selama tiga jam antara kedua belah pihak.

Namun pihak Iran meminta Amerika Serikat mencabut blokade pelabuhan dan mencairkan aset negara.

Baca Juga :  Sidang Panas DHS: Markwayne Mullin Berdebat dengan Rand Paul dan Ubah Visi ICE

Ancaman Trump dan Ketegangan Geopolitik

Sebelumnya Donald Trump mengancam akan menghancurkan Iran jika kesepakatan damai gagal.

Trump mempertimbangkan opsi militer ekstrem untuk menghentikan program dan pengaruh Iran.

Meskipun demikian utusan kedua negara terus bertukar pesan diplomatik melalui pihak ketiga.

Konflik militer di Selat Hormuz masih terus mengganggu jalur pelayaran kapal komersial dunia.

Pezeshkian menuntut penghormatan hukum internasional demi mencapai penyelesaian konflik secara adil.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Senator AS Mendesak Donald Trump Membatalkan Kesepakatan
Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak
Jepang Menegaskan Dukungan Mahkamah Pidana Internasional
Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda
Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia
Kelompok Houthi Menyerang Bandara Internasional Riyadh
Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia
Gencatan Senjata Gaza: Serangan Israel Masih Berlangsung

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Senator AS Mendesak Donald Trump Membatalkan Kesepakatan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Jepang Menegaskan Dukungan Mahkamah Pidana Internasional

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia

Berita Terbaru