POSNEWS.CO.ID, NEW YORK – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato keras pada Sidang Majelis Umum PBB.
Pembelaan Iran dan Foto Korban Perang
Pezeshkian menyebut rakyat Iran menjadi korban aksi terorisme Amerika Serikat dan Israel.
Ia mengangkat foto mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei serta ratusan anak sekolah yang gugur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pezeshkian menegaskan pasukan Iran hanya membela diri dari serangan militer lawan.
Ia menyatakan warga Iran tidak akan tunduk pada tekanan atau gempuran pihak asing.
Pezeshkian mengajak Presiden Donald Trump membuka ruang diplomasi tanpa mengandalkan bahasa kekerasan.
Reaksi Keras AS dan Pembicaraan Tak Langsung
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengecam keras isi pidato Presiden Iran tersebut.
Rubio menilai Iran tidak memiliki hak bicara mengenai hak asasi manusia internasional.
Sementara itu utusan khusus Trump menggelar pertemuan tidak langsung dengan pejabat Iran di New York.
Mediator Qatar memfasilitasi pembicaraan selama tiga jam antara kedua belah pihak.
Namun pihak Iran meminta Amerika Serikat mencabut blokade pelabuhan dan mencairkan aset negara.
Ancaman Trump dan Ketegangan Geopolitik
Sebelumnya Donald Trump mengancam akan menghancurkan Iran jika kesepakatan damai gagal.
Trump mempertimbangkan opsi militer ekstrem untuk menghentikan program dan pengaruh Iran.
Meskipun demikian utusan kedua negara terus bertukar pesan diplomatik melalui pihak ketiga.
Konflik militer di Selat Hormuz masih terus mengganggu jalur pelayaran kapal komersial dunia.
Pezeshkian menuntut penghormatan hukum internasional demi mencapai penyelesaian konflik secara adil.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













