Puasa Intermiten: Bukan Sekadar Diet, Tapi Tombol Reset Tubuh untuk Awet Muda

Selasa, 9 Desember 2025 - 05:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Transformasi dari dalam. Sains membuktikan bahwa puasa selama 30 hari bukan sekadar ritual spiritual, melainkan proses biologis intensif yang merombak sistem imun dan meremajakan sel-sel tubuh manusia. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Transformasi dari dalam. Sains membuktikan bahwa puasa selama 30 hari bukan sekadar ritual spiritual, melainkan proses biologis intensif yang merombak sistem imun dan meremajakan sel-sel tubuh manusia. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Dunia kesehatan sedang demam tren baru. Kita sering mendengar istilah diet 16:8 atau bahkan OMAD (One Meal a Day). Orang tidak lagi fokus pada apa yang mereka makan. Sebaliknya, mereka lebih peduli pada kapan mereka harus makan.

Metode ini kita kenal sebagai Puasa Intermiten atau Intermittent Fasting (IF). Seketika, metode ini menjadi primadona gaya hidup kaum urban.

Banyak orang menjalankannya demi menurunkan berat badan. Namun, para ilmuwan melihat sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar tubuh langsing. Mereka melihat potensi rahasia awet muda yang tersembunyi di balik rasa lapar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keajaiban Bernama “Autofagi”

Apa yang terjadi saat perut kosong? Tubuh ternyata tidak diam saja. Justru, sel-sel tubuh melakukan aksi bersih-bersih mandiri yang menakjubkan saat tidak ada asupan makanan.

Baca Juga :  Murid SD di Ciamis Tumbang Usai Santap Bubur MBG, Orangtua Murka

Proses biologis ini bernama Autofagi. Secara harfiah, kata ini berarti “memakan diri sendiri”. Terdengar menyeramkan? Padahal, ini adalah mekanisme pertahanan diri yang brilian.

Saat Anda berpuasa, sel akan mencari komponen rusak, protein tua, atau sampah seluler di dalamnya. Lantas, sel akan memakan dan mendaur ulangnya menjadi energi baru.

Ibaratnya, tubuh Anda sedang menekan tombol reset. Proses ini meremajakan sel-sel tubuh dari dalam. Oleh karena itu, penuaan dini dapat terhambat secara alami.

Insulin Stabil, Pikiran Tajam

Manfaat puasa ini tidak berhenti di tingkat sel saja. Faktanya, IF ampuh memperbaiki sensitivitas insulin. Tubuh menjadi lebih efisien dalam mengolah gula darah.

Akibatnya, risiko diabetes tipe 2 menurun drastis. Pankreas bisa beristirahat sejenak dari tugas berat memproduksi insulin terus-menerus.

Tentu saja, penurunan berat badan menjadi bonus yang paling terlihat. Tubuh terpaksa membakar cadangan lemak karena tidak ada glukosa baru yang masuk.

Selain itu, banyak praktisi melaporkan kejernihan mental (mental clarity) yang luar biasa. Otak bekerja lebih tajam dan fokus saat sistem pencernaan sedang beristirahat. Kabut otak (brain fog) perlahan menghilang.

Baca Juga :  POLRI Luncurkan 8 SPPG dan Bangun 205 Unit Baru, Targetkan Distribusi Gizi untuk 1,47 Juta Warga per Hari

Peringatan: Tidak Cocok untuk Semua

Meskipun demikian, metode ini bukan untuk semua orang. Anda harus ekstra hati-hati jika memiliki riwayat asam lambung atau maag akut. Perut kosong terlalu lama bisa memicu nyeri hebat bagi lambung yang sensitif.

Wanita hamil dan menyusui juga wajib menghindarinya. Nutrisi konstan sangat krusial bagi janin dan bayi. Begitu pula dengan mereka yang memiliki riwayat gangguan makan (eating disorder). Pembatasan jam makan yang ketat berpotensi memicu obsesi tidak sehat terhadap makanan.

Gaya Hidup, Bukan Siksaan

Pada akhirnya, Puasa Intermiten bukanlah peluru ajaib untuk kurus instan. Ini adalah sebuah pola hidup disiplin.

Kita memberi waktu istirahat yang layak bagi organ pencernaan. Maka, mulailah dengan perlahan. Dengarkan sinyal tubuh Anda sebelum mengubah jam makan secara drastis. Ingatlah, kesehatan adalah tentang keseimbangan, bukan penyiksaan diri.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI
Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako Mulai Kunjungan Sejarah
Kebakaran Hebat Melanda Sekolah Dasar di Tokyo
90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga
Bocoran Spesifikasi Xiaomi 18 Mulai Beredar Luas
Ukraina Siap Perluas Penggunaan Drone AI Otonom
Malaysia Resmi Tingkatkan Mandatori Biodiesel Sawit
Indonesia dan Belarus Percepat Kerja Sama Industri

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:15 WIB

Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:13 WIB

Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako Mulai Kunjungan Sejarah

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:56 WIB

Kebakaran Hebat Melanda Sekolah Dasar di Tokyo

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:06 WIB

90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:27 WIB

Bocoran Spesifikasi Xiaomi 18 Mulai Beredar Luas

Berita Terbaru

Pelebaran sayap di Asia Timur. Anthropic resmi membuka kantor baru di Seoul guna menggarap pasar potensial Korea Selatan pasca-pemblokiran akses model AI canggih oleh pemerintah AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI

Jumat, 19 Jun 2026 - 16:15 WIB