Uni Emirat Arab Resmi Keluar dari OPEC+ Mulai Mei 2026

Kamis, 30 April 2026 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pergeseran peta kekuatan minyak. Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan pengunduran diri dari OPEC dan OPEC+, memicu ketidakpastian baru di pasar energi global saat ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus memuncak. Dok: Istimewa.

Pergeseran peta kekuatan minyak. Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan pengunduran diri dari OPEC dan OPEC+, memicu ketidakpastian baru di pasar energi global saat ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus memuncak. Dok: Istimewa.

ABU DHABI, POSNEWS.CO.ID – Uni Emirat Arab (UEA) mengguncang pasar energi dunia dengan mengumumkan rencana pengunduran diri dari OPEC dan OPEC+. Langkah ini mulai berlaku pada 1 Mei 2026, menjadikannya tonggak sejarah baru dalam dinamika geopolitik Teluk.

Pengumuman ini muncul di tengah KTT Teluk yang semula bertujuan memperkuat koordinasi regional. Sebaliknya, keputusan tersebut justru memperjelas keretakan yang semakin dalam di dalam blok produsen minyak terbesar dunia tersebut.

Mengejar Kemandirian dan Kebebasan Produksi

Dalam pernyataan resminya, pemerintah UEA menyebutkan bahwa keputusan ini merupakan hasil dari “evaluasi komprehensif” terhadap kebijakan produksi minyak nasional. Abu Dhabi mengeklaim perlu merespons permintaan global dengan lebih fleksibel guna melindungi kepentingan nasional mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara strategis, UEA berupaya melepaskan diri dari sistem kuota OPEC yang ketat. Dengan terganggunya pelayaran di Selat Hormuz dan menipisnya persediaan global, UEA berniat meningkatkan produksinya secara mandiri. Para analis memperkirakan UEA mampu meningkatkan output hingga 30% setelah keluar dari kerangka OPEC+, sebuah ekspansi yang mustahil dilakukan di bawah batasan kolektif sebelumnya.

Baca Juga :  Gubernur Jakarta Pramono Anung Luncurkan Sistem Penjaminan Digital dan Portal E-Guarantee

Keretakan Hubungan dengan Arab Saudi

Selama bertahun-tahun, ketegangan antara UEA dan Arab Saudi terus meningkat terkait strategi pengelolaan pasar. Arab Saudi secara konsisten memimpin pemangkasan produksi untuk menstabilkan harga, namun UEA memandang kuota yang mereka terima tidak lagi sesuai dengan kapasitas produksi aktual mereka yang besar.

Selain masalah ekonomi, faktor geopolitik memegang peranan krusial. UEA mengambil sikap lebih keras dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran pada Maret lalu. Sebaliknya, Arab Saudi cenderung memilih jalur diplomasi dan mendukung inisiatif melalui mediator Pakistan. Perbedaan pandangan terhadap ancaman keamanan regional inilah yang akhirnya memicu UEA untuk memprioritaskan kepentingan mandiri di atas disiplin kolektif.

Dampak Terhadap Pasar Minyak Global

Keluarnya UEA merupakan pukulan telak bagi kohesi dan kredibilitas OPEC yang telah berdiri sejak 1960. Sebagai salah satu dari tiga produsen teratas bersama Arab Saudi dan Irak, kontribusi UEA sangat signifikan bagi kekuatan kartel tersebut.

Baca Juga :  Kesenjangan yang Membakar: Bagaimana Ketimpangan Ekonomi Melahirkan Ekstremisme Politik

Kepergian UEA dikhawatirkan akan memicu reaksi berantai dari anggota lain yang juga merasa terbatasi oleh sistem kuota. Tanpa manajemen pasokan yang terkoordinasi, pasar minyak dunia diprediksi akan menghadapi volatilitas harga yang lebih tajam dalam beberapa bulan mendatang. Pengamat pasar dari Rystad Energy menyebut fenomena ini sebagai “pergeseran pasar dan geopolitik besar” yang mengubah realitas industri energi global.

Prioritas Kepentingan Nasional di Era Krisis

Keputusan UEA keluar dari OPEC+ menandai berakhirnya era solidaritas absolut di antara produsen minyak utama Teluk. Di tahun 2026 yang penuh gejolak, negara-negara produsen besar kini lebih bersedia memprioritaskan fleksibilitas dan keuntungan ekonomi jangka pendek daripada stabilitas harga jangka panjang.

Masyarakat internasional kini bersiap menghadapi era baru di mana respons pasokan minyak akan lebih cepat namun penuh dengan ketidakpastian. Langkah berani Abu Dhabi ini membuktikan bahwa di tengah ancaman perang dan krisis energi, kedaulatan ekonomi menjadi prioritas utama yang melampaui aliansi tradisional.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump Sambut Langsung Presiden China Xi Jinping
Donald Trump Unjuk Kebersamaan dengan Wali Kota New York
Trump Puji Perdana Menteri Inggris Andy Burnham
Emmanuel Macron Banting Mimbar PBB dan Kecam Klaim
Pejabat NATO Peringatkan Tingkah Laku Vladimir Putin
Trump Pertimbangkan Opsi Serangan dan Buka Kembali Dialog
Trump Tegur Wartawan CNN di PBB di Tengah Gugatan Hukum
PM Jepang Sanae Takaichi Tegaskan Dukungan ICC

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 10:00 WIB

Donald Trump Sambut Langsung Presiden China Xi Jinping

Kamis, 24 September 2026 - 13:10 WIB

Donald Trump Unjuk Kebersamaan dengan Wali Kota New York

Kamis, 24 September 2026 - 11:02 WIB

Trump Puji Perdana Menteri Inggris Andy Burnham

Kamis, 24 September 2026 - 10:00 WIB

Emmanuel Macron Banting Mimbar PBB dan Kecam Klaim

Kamis, 24 September 2026 - 09:30 WIB

Pejabat NATO Peringatkan Tingkah Laku Vladimir Putin

Berita Terbaru

Donald Trump menyambut langsung Presiden China Xi Jinping di pangkalan udara Washington. Simak rincian penyambutan dan agenda pertemuan kedua negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Sambut Langsung Presiden China Xi Jinping

Jumat, 25 Sep 2026 - 10:00 WIB

Square Enix menyematkan fitur auto leveling pada Final Fantasy VII Revelation. Simak penjelasan Naoki Hamaguchi dan dampaknya bagi pemain. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Square Enix Hadirkan Fitur Auto Leveling dalam Final Fantasy

Jumat, 25 Sep 2026 - 09:00 WIB

Bungie memulihkan campaign Red War dan lokasi klasik Destiny 2 dari Content Vault. Simak detail pengumuman studio dan update Marathon. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Bungie Kembalikan Konten Klasik Destiny 2

Jumat, 25 Sep 2026 - 07:00 WIB