WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penahanan beberapa warga yang ia tuduh merusak kolam Reflecting Pool. Trump menyampaikan klaim sabotase itu melalui akun media sosial pribadinya pada hari Sabtu kemarin. Ia bersikeras bahwa sekelompok perusak merusak lapisan kolam ikonik dekat monumen nasional itu. Sebelumnya, pemerintah memulai proyek peremajaan kolam senilai 14 juta dolar untuk menyambut ulang tahun kemerdekaan negara.
Masalah Lumut Hijau dan Cat yang Mengelupas
Trump awalnya ingin mengubah penampilan dasar kolam menggunakan cat biru bendera Amerika Serikat. Ia mengkritik pemerintahan sebelumnya karena membiarkan kolam itu berubah warna menjadi hijau akibat lumut. Namun, air kolam baru dengan cepat kembali berwarna hijau berlumut setelah peluncuran resmi. Pekerja kemudian menyiramkan berbagai bahan kimia untuk membunuh lumut yang tumbuh subur dalam air. Langkah pembersihan justru memicu masalah baru karena membuat lapisan cat dasar mulai mengelupas. Lembaran cat biru yang lepas kini mengapung dan merusak estetika kolam depan kamera televisi.
Penahanan Mantan Atlet Olimpiade David Hearn
Aparat keamanan menahan mantan atlet kano Olimpiade bernama David Hearn akibat insiden ini. Pria berusia 67 tahun asal Maryland ini sedang bersepeda dan berhenti untuk melihat kondisi kolam. Hearn mengaku penasaran dan menyentuh lapisan cat mengelupas pada dinding kolam. Petugas National Guard dan polisi taman segera meringkus Hearn atas tuduhan merusak fasilitas negara. Aparat menahan Hearn selama lima jam sebelum melepaskannya pada Jumat malam dengan kewajiban sidang bulan depan. Hearn menyebut cat memiliki tekstur kenyal seperti karet dalam wawancara telepon.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tuduhan Sabotase Kimia dan Kode Misterius
Trump menuduh pihak luar sengaja menuangkan bahan kimia perusak ke dalam kolam bersejarah itu. Ia menyamakan aksi ini dengan insiden pengrusakan rumput National Mall menggunakan zat pemudar warna pekan lalu. Pelaku misterius menggoreskan angka 86 47 pada hamparan rumput hijau depan monumen nasional. Aparat menilai angka memiliki makna ancaman pembunuhan terhadap Trump selaku Presiden ke-47 Amerika Serikat. Hingga kini, badan pengelola taman nasional dan kepolisian setempat masih menolak memberikan komentar resmi.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












