Presiden Prabowo Hadiri Sidang Umum PBB ke-80, Angkat Isu Palestina dan Serangan Qatar

Kamis, 11 September 2025 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan Natal 2025 dan mengajak rakyat Indonesia memperkuat solidaritas serta gotong royong nasional. (Posnews/Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan Natal 2025 dan mengajak rakyat Indonesia memperkuat solidaritas serta gotong royong nasional. (Posnews/Setpres)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Presiden RI Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato pada Sidang Majelis Umum PBB ke-80 di New York, Amerika Serikat, dengan fokus isu serangan Israel ke Doha, Qatar, dan situasi terkini di Palestina.

Dirjen Kerja Sama Multilateral Kemlu, Tri Tharyat, menjelaskan, “Beberapa prioritas akan dibawa Presiden, termasuk dinamika global terbaru dan isu Palestina.”

Baca Juga :  Skandal Berkas Epstein: Dokumen FBI Ungkap Nama Besar Dunia

Ia menambahkan, Prabowo juga akan memaparkan visi Asta Cita terkait kebijakan luar negeri Indonesia.

Tri menuturkan, dalam Sidang Umum PBB, terdapat lebih dari 140 pertemuan. Presiden Prabowo telah menentukan pertemuan yang akan dihadirinya, sedangkan pertemuan lain akan diwakili pejabat tinggi.

“Rangkaian kegiatan masih dinamis dan akan terus diperbarui menjelang kehadiran Presiden,” kata Tri.

Baca Juga :  China Kepung Taiwan dari 5 Penjuru, Peringatan Keras untuk AS dan Separatis

Sidang Umum ke-80 PBB dibuka pada 9 September 2025, dengan Debat Umum Tingkat Tinggi dijadwalkan 23 September 2025.

Kehadiran Presiden Prabowo menjadi yang pertama dari Indonesia dalam 10 tahun terakhir, setelah Presiden ke-7 Jokowi tidak hadir secara langsung. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Perang Dagang Lebih Merugikan Daripada Perang Militer?
Peran Organisasi Internasional dalam Mengatur Ketertiban Dunia
Mengapa Negara Demokrasi Jarang Berperang Satu Sama Lain?
Matinya Institusi Internasional? Mengapa Realisme Menganggap PBB Hanya Alat Kepentingan Negara Besar
Nasib Negara Kecil di Tengah Anarki: Terjepit di Antara Gajah yang Berkelahi
Krisis Tiket BTS: Polisi Seoul Selidiki Penggunaan Bot dan Penipuan Resale
Jepang Lepas Cadangan Minyak Nasional Demi Tekan Harga BBM
Rekor Baru: IEA Lepas 400 Juta Barel Cadangan Minyak untuk Redam Krisis Teluk

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:27 WIB

Mengapa Perang Dagang Lebih Merugikan Daripada Perang Militer?

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:22 WIB

Peran Organisasi Internasional dalam Mengatur Ketertiban Dunia

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:19 WIB

Mengapa Negara Demokrasi Jarang Berperang Satu Sama Lain?

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:43 WIB

Matinya Institusi Internasional? Mengapa Realisme Menganggap PBB Hanya Alat Kepentingan Negara Besar

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:40 WIB

Nasib Negara Kecil di Tengah Anarki: Terjepit di Antara Gajah yang Berkelahi

Berita Terbaru