Trump Ngamuk dan Walk Out dari Wawancara NBC

Senin, 8 Juni 2026 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pertemuan tingkat tinggi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada akhir tahun 2026. Dok: Istimewa.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pertemuan tingkat tinggi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada akhir tahun 2026. Dok: Istimewa.

WISCONSIN, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghentikan wawancara secara sepihak dengan stasiun televisi NBC pada hari Minggu. Sebab, ia merasa sangat geram setelah pembawa acara Kristen Welker mencecar klaim palsu mengenai kecurangan pemilu.

“Kamu adalah jaringan media yang sepihak dan curang,” teriak Trump kepada Welker sebelum berdiri meninggalkan lokasi wawancara. Akibatnya, kru kamera terpaksa menghentikan proses rekaman yang berlangsung di sebuah pertanian di Wisconsin tersebut.

Gangguan Cuaca Buruk di Tengah Pertanian

Sementara itu, panitia menyelenggarakan wawancara luar ruangan ini dengan latar belakang traktor dan tumpukan jerami. Namun, hujan badai yang sangat deras tiba-tiba mengguyur atap lokasi wawancara hingga mengganggu kualitas rekaman suara.

Welker sempat menawarkan untuk menghentikan sementara sesi tanya jawab tersebut demi keselamatan kru teknis. Akan tetapi, Trump menolak usulan tersebut dan mendesak agar wawancara tetap berjalan di tengah gemuruh petir.

“Masyarakat pasti akan memahami situasi ini karena kita sedang berada di sebuah pertanian,” jawab Trump secara santai. Dengan demikian, tim teknis terus melanjutkan perekaman meskipun angin kencang berulang kali mengguncang peralatan mikrofon.

Perdebatan Sengit Mengenai Dana Kompensasi

Ketegangan mulai memuncak saat Welker mempertanyakan strategi perang Trump di Iran serta kepemilikan senjata nuklir. Oleh karena itu, Trump menuduh Welker memiliki pandangan politik yang terlalu liberal dan progresif.

Hubungan kedua pihak semakin memanas ketika pembahasan beralih ke program dana kompensasi korban penegakan hukum partisan. Sebab, Trump berencana menggunakan uang pajak negara untuk membiayai para pendukungnya yang mendekam di penjara.

Welker menegaskan bahwa lembaga hukum tidak menemukan bukti nyata mengenai penyalahgunaan wewenang pada era Joe Biden. Sebaliknya, Trump menuduh Welker sebagai bagian dari media kotor yang sengaja melindungi kebohongan pemerintah lama.

Baca Juga :  Hezbollah Tolak Rencana Pelucutan Senjata oleh Militer

Aksi Walk Out Usai Pertanyaan Kecurangan Pemilu

Puncak amarah Trump meledak saat Welker meminta bukti konkret atas klaim kecurangan pemilu tahun 2020 silam. Selain itu, Trump juga mengeklaim bahwa hasil pemilu primer di California baru-baru ini telah direkayasa.

Welker tetap bertahan pada posisinya dan terus mendesak Trump untuk memaparkan data pendukung secara jujur. Akibatnya, Trump kehilangan kesabaran dan melontarkan makian kasar secara pribadi kepada jurnalis senior tersebut.

“Kamu pilihannya hanya antara curang atau bodoh,” tegas Trump sebelum akhirnya berjalan keluar dari jangkauan kamera. Pada akhirnya, Welker mengonfirmasi bahwa Trump telah menyetujui jadwal wawancara ulang untuk memperbaiki rekaman yang terputus tersebut.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demokrat Berjanji Batasi Kebijakan Trump Pasca Kemenangan
Partai Demokrat Kuasai Majelis Kongres dan Kalahkan Republik
Jepang Pertimbangkan Bantuan Untuk Mahkamah Internasional
Donald Trump Puji Kemenangan Demokrat dan Salahkan Perang
Partai Demokrat Kuasai Kongres Amerika Serikat, Hentikan Agenda
Pasukan Rusia Bom Sekolah Di Zaporizhzhia, 24 Tewas
Pemerintah Inggris Gandakan Waktu Tunggu Izin Tinggal
Donald Trump Fokus Renovasi Kolam Menjelang Pemilu

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12 WIB

Demokrat Berjanji Batasi Kebijakan Trump Pasca Kemenangan

Jumat, 6 November 2026 - 09:40 WIB

Partai Demokrat Kuasai Majelis Kongres dan Kalahkan Republik

Jumat, 6 November 2026 - 09:05 WIB

Jepang Pertimbangkan Bantuan Untuk Mahkamah Internasional

Jumat, 6 November 2026 - 08:30 WIB

Donald Trump Puji Kemenangan Demokrat dan Salahkan Perang

Jumat, 6 November 2026 - 07:26 WIB

Partai Demokrat Kuasai Kongres Amerika Serikat, Hentikan Agenda

Berita Terbaru

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Posnews/Sekneg)

NASIONAL

Istana Waspada, Kasus Penyadapan Prabowo Masuk Babak Baru

Jumat, 6 Nov 2026 - 16:28 WIB

Kelangkaan NVIDIA RTX 50 Series mendorong produsen GPU di Asia kembali memasarkan RTX 3060 dan RTX 3050. Simak ulasan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kelangkaan RTX 50 Dorong Produsen Memproduksi Seri 30

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:29 WIB

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan sikap DPR terkait kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo di Kompleks Parlemen, Jakarta. (Posnews/Ist)

NASIONAL

Dasco Minta DPR Kawal Kasus Penyadapan Prabowo

Jumat, 6 Nov 2026 - 14:03 WIB